BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Jahe
( zingiber offianale ) merupakan satu dari sejumlah tanaman dari suku zigiber
raceae, menepati posisi yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat karena
perannya dibidang pengobatan tradisional. Dengan sedemikian modern zaman,
sekarang semakin banyak olahan olahan dengan bahan baku jahe contohnya, asinan
jahe dari jepang. Beer pletok dari betawi.
Beer
pletok adalah minuman yang terbuat dari rempah - rempah yang mengandung gizi yang berupa kalori
(51,00 kal), 3 protein (1,5 gram ), lemak ( 1,00 gram ), kabohidrat ( 10,10
gram ), kalsium ( 21,00 gram ), fosfor ( 39,00 mg), zat besi ( 1,60 mg),
vitamin A ( 30,00 si ), vitamin B ( 0,02 mg), vitamin C ( 4,00 mg), dan air
sebanyak (86,20 gram ), per 100 gr jahe dengan kandungan gizi sebesar itu dan
sangat lengkapnya kandunganya jahe menandakan beer pletok sangat baik untuk di
konsumsi semua umur. Dan rempah – rempah sebagai pelengkap gizi dari bahan
pokok, ( Karta sapuetra, 1988 ).
Kelebiahan
dari produk ini adalah dalam khasiatnya yaitu dapat menyebuhkan penyakit seperti mual, masuk
angin, flu, mengobati luka, bronchitis, asma, penyakit jantung, dan gangguan
percernaan. Peluang bisnis produk beer pletok sangat meguntungkan karena belum
banyak produsen beer pletok.
Kekurangan
pada produk ini kesetabilan harga pasar terhadap bahan – bahan yang di
butuhkan. Ancaman – ancaman yang mungkin akan terjadi pada beer pletok adalah
persaingan dengan produk yang lain dan mungkin produk yang hampir sama dengan
beer pletok contohnya bandrek. Melihat dari kelebihan peluang bisnis, kekurangan,
ancaman kita dapat menjadi produsen beer pletok dan agar lebih banyak pengusaha
yang tertarik pada beer pletok. Agar beer pletok tidak tersingkirkan oleh
minuman – minuman jaman sekarang yang kurang bermanfaat dan kadang membahayakan
kesehatan tubuh.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apa bahan
baku utama dalam pembuatan produk ini ?
2. Apa saja
bahan tambahan dalam pembuatan produk ini ?
3. Bagaimana
cara membuat produk ini ?
4. Apakan
butuh keahlian khusus dalam pembuatan produk ini ?
5. Bagaimana
cara anda memarkan produk ini ?
6. Berapakah
keuntungan anda dalam satu bulan ?
1.3 TUJUAN
1. Melatih
siswa untuk berwirausaha.
2. Membentuk
karakter wirausaha siswa.
3. Agar
siswa terlatih dalam dunia usaha.
4. Agar
siswa tertarik untuk menjadi usahawan.
5.
menciptakan siswa yang hadal dalam dunia usaha.
6. melatih
kemandirian siswa.
1.4 MANFAAT
1.
Menyiapkan lapangan kerja.
2.
Mengurangi pengagguran.
3. Siswa
lebih mandiri.
4. Karakter
kewirausahawan siswa lebih matang.
5. Siswa
mampu menjadi wirausaha yang handal.
6. Banyak
siswa yang tertarik dalam dunia usaha.
7.
Memperketat persaingan usaha.
8. Memajukan
perkonomia Indonesia dan daerah.
9. Banyak
bermunculan wirausahawan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 JAHE
Jahe (
zingiber officinale ) adalah tanaman rimang yang sangat popular sebagai rempah
– rempah dan bahan obat. Rimangnya berbentuk jemari yang mengembung dari ruas
tengah, rasa dominan pedas disebabkan senyawa kuton bernama zingeron.
Jahe
termasuk suku zingi beraceae ( temu temuan ). Nama ilmiah jahe diberikan oleh
William Rox Burgh dari kota Yunani Zingiberi, dari bahasa sangsekerta,
Singaberi.
Varietas
Terdapat tiga ( 3 ) jenis jahe yang popler
di pasaran yaitu :
JAHE GAJAH
Merupakan jahe yang paling disukai di pasaran,
bentuknya besar dan rasanya tidak terlalu pedas, daging rimang berwana kuning
hingga putih.
JAHE KUNING
Merupakan jahe yang paling banyak dipakai
sebagai bumbu masak, terutama untuk komsumsi, rasa dan aroma cukup tajam,
ukuran rimang tidak terlalu beasar dan berwarna kuning.
JAHE MERAH
Jahe jenis ini memiliki kandungan minyak
asiri tinggi dan paling pedas, sehingga cocok untuk bahan dasar jamu, ukuran
rimangnya paling kecil dengan warna merah, dengan serat lebih besar disbanding
jahe yang biasa.
Table .1. kandungan nilai gizi pada
jahe.
Unsur gizi
|
Kadar (gr)
|
Kalori ( kal )
|
51,00
|
Protein ( g )
|
1,50
|
Lemak ( g )
|
1,00
|
Karbohidrat ( g )
|
10,10
|
Kalsium ( mg )
|
21,00
|
Fosfor ( mg )
|
39,00
|
Zat besi ( mg )
|
1,60
|
Vitamin A ( si )
|
30,00
|
Vitamin B ( mg )
|
0,02
|
Vitamin C ( mg )
|
4,00
|
Air ( g )
|
86,20
|
( sumber : kaswara 1995 )
2.2 CENGKEH
Tamanan
cengkeh adalah sejenis tanaman anggota Familia Myrtaceae. Khasiatnya bagi
pengobatan yaitu penghilang rasa mules, rasa mual, dan muntah – muntah, selain itu
cengkeh juga digunakan sebagai penambah aroma untuk makanan maupun minuman.
Table .2. kandungan zat pada cengkeh
Kandungan
|
Banyaknya
|
Minyak astiri
|
16 % - 20 %
|
Kariofilin
|
6%
|
Zat penyamak
|
17%
|
Gom
|
13%
|
Serat
|
28%
|
Air
|
18%
|
( sumber : kartasa poetra, 1988 )
2.3 KAYU MANIS
Tanaman
kayu manis adalah termasuk Familia laliaceae, kayu manis berfungsi untuk
sebagai penambah aroma pada masakan maupun minuman.
Table .3. kandungan zat pada kayu
manis
Kandungan
|
Banyaknya
|
Minyak astiri
|
40%
|
Zat penyamak
|
2%
|
Pati
|
4%
|
Abu
|
4%
|
Lander
|
4%
|
( sumber : kartasa poetra, 1988 )
2.4 KAYU SECANG
Tanaman
kayu secang adalah termsuk Familia leguminosa, kayunya yang telah di bedah
merupakan irisan – irisan kecil tidak menunjukan bau khas, ternyata mempunyai
kandungan brazilin warna merah sappam, asam tanat, dan asam ganat.
2.5 SERE
Sere
murapakan tumbuhan jenis rumput yang berumpun besar, termasuk Famili Gramineae,
sere dimanfaatkan untuk mengobati sakit kepala,otot dan sandi ngilu, batuk,
nyeri lambung, diare ( widya kusuma ). Selain itu dapat digunakan untuk
membantu percernaan, mengurangi tekanan darah dan mencegah flatulensi. (
farell, 1990 ).
2.6 PANDAN
Tulang daun
sejajar, ujungnya runcing, dan termasuk tanaman perdu, jika ujung daun diremas
maka menimbulkan wangi yang khas. Digunakan sebagai penambah aroma, daun pandan
adalah perdu yang menjalar dan buah daun tipis, dengan panjang 40 – 80cm dan
lebar 4,5cm. daunya yang berwarna hijau sering digunakan sebagai pengharum dan
pemberi aroma, pemberi zat alamai dalam bahan pangan. Pandan wangi dapat
digunakan untuk mengobati encok dan urut syaraf yang tegang ( heyne, 1987 ).
2.7 PALA
Buahnya
berbentuk peer lebar, ujung runcing, kulit licin, berdaging rasanya asam. Jika
sudah dimasak warnanya kuning pucat, biji pala yang sudah tua dimanfaatkan
untuk repah – rempah dalam pembuatan beer pletok. Dalam pengobatan biji pala
dapat muntah – muntah dan menghilangkan rasa sakit. (Sutedyo, 1990 )
2.8 JINTEN
Adalah buah
kering dari carum caru L, yang merupakan tanaman yang berbunga sekali dalam
setahun. Jinten ini mengandung 3 – 7 % dihidro karvoel, fursol. Dengan
kandungan tersebut maka buah jinten berkhasiat untuk mengatasi karmanative (
adanya gas dalam saluran percernaan ) jinten dapat menghasilkan aroma yang
khas. Karena jinten termasuk kedalam rempah dan empon – empon pembuatan makanan
dan minuman. ( sutedyo, 1990 ).
2.9 GULA
Adalah
suatu karbohidrat utama yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan
utama. Gula paling banyak diperjualkan dalam bentuk Kristal, krukosa padat,
gula di rubah untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau
minuman. Gula sederhana seperti glukosa menyimpan energi yang akan digunakan
untuk sel ( farell, 1990 ).
Table .4. Komposisi gizi
dan nutrisi pada gula
Komposisi
gizi gula
|
Nutrisi
|
Air
|
0,9 gram
|
Energy
|
387 kcl
|
Karbohidrat
|
99,9 gram
|
Kalsium
|
1 mg
|
Besi
|
0,06 mg
|
Fosfor
|
2 mg
|
Potassium
|
2 mg
|
Sodium
|
1 mg
|
Seng
|
0,03 mg
|
Tembaga
|
0,043 mg
|
Selenium
|
0,6 mcg
|
( Sumber : Laporan agribisnis 2011 ).
3.0 BUNGA LAWANG/ PEKAK
Bunga
lawing memiliki nama ilmiah ilicium verum yang biasa lebih dikenal dengan nama
pekak. Ini merupakan salah satu buku tradisional masakan cina yaitu ngo hiong
yang terdiri dari lima jenis rempah. Bunga lawing dalam bahasa Tiong hoa adalah
bajio yang berarti delapan tanduk ini sesuai dengan bentuk bentuk dari bunga
lawang yang memiliki delapan kelopak. Bunga lawang bersifat anti bakteri dan
anti jamur serta kandungan lionida dalam bunga lawang bersifat sebagai anti
oksidan sehingga sangat baik untuk kesehatan tubuh.
Pengertian
instan adalah langsung tanpa dimasak lama dapat diminum dan dimakan ( khasiat
bunga )
BAB III
PELAKSANAAN
3.1 LOKASI DAN WAKTU
3.1.1
LOKASI
Praktek agribisnis pembuatan beer
pletok instan dilakukan di rumah bapak Slamet jalan Jaya Kusuma Dusun Kenteng
Rt 03 RW 03, desa kenteng, kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.
3.1.2 WAKTU
Praktek
Agribisnis pembuatan beer pletok instan dilaksanakan selama 2 hari yaitu mulai
hari Rabu, tanggal 12 – 13 Maret 2014. Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 08.00
– 15.00
3.1.3 WAKTU DAN BAHAN
3.2.1
ALAT
1. Taples plastik
2. Kuali
3. Wajan
4. Centong besar
5. Penyaring/ ayakan
6. Mesin giling
7. Tampan/ nyiru
8. Ember
9. Gayung
10. Plastik
11. Pisau
12. Wakul
3.2.2
BAHAN
1. Gula pasir
2. Jahe tahun
3. Panci
4. Kayu manis
5. Cengkeh
6. Jinten
7. Kayu secang
8. Daun pandan
9. Daun jeruk
10 . Daun serai
11. Pekak / Bunga lawang
12. Creamer
13. Kertas
14. Kayu bakar
15. Isolasi
16. Plastik besar dan
kecil
3.3 BAGAN PEMBUATAN
Jahe tahun 1kg
Pala biji ( 1 biji )
Kayu
secang ( 30 gram )
Jinten
½ sendok
Sari jahe rempah Daun
serai 3 batang
Beer pletok instan
GAMBAR 1Diagram alir
pembuatan beer pletok.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 PROSES PRODUKSI
4.1.1 Persiapan alat dan
bahan
Alat yang digunakan dalam pembuatan beer
pletok yaitu. ( kuali, wajan, centong, penyaring, nyiruh, ember, gayung,
ayakan, pisau dan lain- lain ). Setelah alat semua dipersiapkan terus bahan yang
dipersiapkan. Misalnya yaitu gula pasir(2kg), jahe tahun(1kg), jinten(1/2
sendok makan), pala(1 biji), kayu manis(2 batang), cengkeh(15gram), kayu secang(30
gram), daun pandan(7helai), daun jeruk(5helai), daun serai(3helai), pekak(10gram).
Bahan tersebut dengan dipersiapkan terus dicuci sampai bersih bahan tersebut.
4.1.2 Pembuatan sari jahe
Jahe dipatahkan untuk memperkecil ukurannya
agar pada saat pencucian dapat bersih secara merata, setelah dipatah patahkan
yaitu dicuci sampai bersih, kemudian diparut dengan mesin parut dan diperas
sehingga menghasilkan sari jahe dan ampas ditambahkan air 500cc lalu diperas
lagi sampai mencapai volume yang diinginkan
4.1.3 Perbusan
Perebusan pertama dengan mencampurkan bahan
bahan lain ( jinten, daun pandan, daun sereh, daun jeruk Bungan lawang, polo,
kayu manis ( yang sudah dipotong potong sebelumnya) didalam rebusan yang
pertama selama satu jam lalu disaring. Kemudian dilakukan perebusan kedua
dengan menambahkan kayu secang selama lima belas menit samapai berwarna merah
lalu disaring.
4.1.4 Pengkristalan
Sari jahe direbus bersama gula dan diaduk
aduk terus sampai menjdi halus dan bongkahan. Kurang lebih 1,5 jam setalah
sampai mengkristal lalu diayak dan bubuk beer pletok yang tidak lolos ayakan
lalu dihaluskan menggunakan mesin penggiling atau blender.
4.1.5 Pengamasan
Setelah menjadi serbuk halus, lalu dikemas
dengan platik dengan takaran ± 20 gram tiap kemasan kecil, dan
diberi label lalu sachet beer pletok instan dan sachet cream sebanyak 7 gram
disolasi menjadi satu dan dimasukan kedalam bungkus pack yang berisi tiap
bungkus 5 set. Dan dijual dengan harga Rp 10.000,00-
4.2 PEMASARAN
Pemasaran
suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa
yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan
mempertukarkan produk yang bernilai didalam pasar. ( kloter,2006 )
Saluran
pemasaran di produksi beer pletok adalah sebagai berikut :
a.
Secara langsung
kunsumen
langsung datang ketempat produksi.
b. secara
tidak langsung
Produsen menyalurkan
produk kepada agen untuk dipasarkan ke konsumen.
4.3 ANALISIS USAHA
Ilmu usaha
tani adalah ilmu yang mempelajari faktor – faktor produksi yang terdapat dalam
keadaan terbatas : tanah, tenaga kerja dan modal dengan bantuan skil, sehingga
akan mendapatkan pendapatan yang bersih dan tinggi. Dalam analisis usaha
terdapat biaya produksi yaitu biaya tetap, biaya variable, biaya penyusutan,
dan biaya lain.
Biaya
tetap adalah biaya yang tidak mengalami perubahan selama proses produksi
berlangsung, yang termasuk biaya tetap dalam proses produksi beer pletok adalah
biaya listrik dan bahan bakar. Biaya variable biaya yang umumnya biaya yang
berubah ubah sesuai dengan volume bisnis.
ConversionConversion EmoticonEmoticon