BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Waluh atau labu merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak tumbuh di daerah – daerah seluruh Indonesia. Penyebaran tanaman waluh atau labu di Indonesia sudah cukup merata,penyebaran yang terjadi atau terbesar terdapat di pulau Jawa meliputi Jawa Barat,Jawa Tengah,serta Jawa Timur.
Untuk masalah budidaya waluh ini tidaklah begitu sulit,baik dari pembibitan maupun perawatan.Merawat waluh ini tidaklah sulit,hanya memberi pupuk dan menyiraminya secara rutin.Pupuk yang digunakanpun dapat berupa Pupuk kandang (Organik) atau Pupuk UREA (Anorganik).
Dalam hal pengolahan tanaman waluh ini pun tidak terasa sulit,tetapi juga tidaklah mudah.Ada beberapa cara untuk mengolah waluh ini,misalnya daging buahnya dapat dibuat sistik waluh,wingko waluh,pia waluh,untir- untir waluh,dan yang terkenal saat ini adalah emping waluh dan geplak waluh.
Emping waluh atau Usaha aneka olahan waluh ini dapat menjadi usaha atau bisnis yang sangat menguntungkan.Tetapi Proses membuatnya membutuhkan tingkat konsentrasi dan keuletan yang sangat tinggi.
Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa, Usaha aneka olahan waluh terutama Emping waluh sangat menguntungkan untuk di jadikan bisnis. Karena mulai dari pembibitan waluh sampai pengolahannya pun tidak begitu sulit.Dan tidak membutuhkan biaya yang terlalu banyak.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa emping waluh itu?
2. Bagaimana sejarah berdirinya usaha emping waluh?
3. Apa bahan dasar pembuatan emping waluh?
4. Bagaimana rasa emping waluh itu?
5. Peralatan apa saja yang digunakan?
6. Bagaimana langkah-langkah cara pembuatan emping waluh?
7. Bagaimana cara pengemasan emping waluh tersebut?
8. Bagaimana cara pemasaran produk tersebut?
9. Berapa keuntungan dari emping waluh?
10. Berapa harga tiap bungkus emping waluh?
Tujuan
Buah waluh banyak diolah menjadi emping,geplak,bakpia,sistik,untir untir,dan kuaci waluh.Sekaligus digunakan untuk:
v Tujuan Usaha :
· Meningkatkan penghasilan rumah tangga.
· Meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
· Meningkatkan pendapatan petani waluh.
· Meningkatkan kesejahteraan keluarga.
· Menambah produk dibidang kuliner.
1.3 Manfaat
· Melatih siswa mengembangkan tugas secara kelompok.
· Menciptakan rasa solidaritas.
· Melatih siswa untuk memberikan penilaian secara rinci.
· Menambah pengetahuan dan wawasan siswa secara luas.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
| ||||||||||||||
Spesies
| ||||||||||||||
|
Waluh (Cucurbita) mencakup sekelompok tumbuhan merambat anggota suku labu-labuan (Cucurbitaceae) penghasil buah konsumsi berukuran besar bernama sama. Tumbuhan ini berasal dari benua Amerika, tetapi sekarang menyebar di banyak tempat yang memiliki iklim hangat.
Waluh mencakup beberapa spesies anggota genus Cucurbita, yaitu C. argyrosperma, C. maxima, C. moschata, dan C. pepo. Dalam beberapa pengertian setempat di Indonesia, waluh disebut sebagai "labu" saja, meskipun sebenarnya labu mencakup kelompok tanaman yang lebih luas, seperti labu air, labu ular, labu siam, dan beligo. Waluh dibedakan dari labu lainnya karena buahnya dimakan yang telah masak (biasanya berwarna jingga), berukuran relatif besar, berbentuk bulat sampai bulat telur dengan lekukan daun buah yang tampak jelas, dan berkulit keras. Pengertian waluh agak bermiripan dengan gabungan pumpkin dan beberapa squash dalam bahasa Inggris.
Buah waluh berwarna oranye karena mengandung beta-karotena (salah satu provitamin A dan juga sebagai antioksidan). Jika dipotong, buah ini mempunyai penampang yang mirip bintang, berbiji besar dan berwarna coklat atau putih. Daging buahnya renyah, rasanya manis dan sedikit asam. Daun muda waluh juga dapat dibuat sebagai sayur.
Sumber Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia
BAB III
PELAKSANAAN
3.1 Alat dan bahan
v Alat
1. Baskom
2. Pisau
3. Parut
4. Kompor
5. Nampan
6. Spatula
7. Wajan
8. Solet
9. Dandang untuk mengukus waluh
10. Alat penghalus bumbu
11. Alat pengepres
12. Alat pencetak emping
13. Sendok pengaduk adonan
14. Alat penggilingan/penghalus emping
15. Plastik/mika
16. Cobek
v Bahan
1. 1 kg waluh kupas kukus
2. 3 kg tepung terigu segitiga biru
3. 1 ½ kg tepung tapioka/kanji
4. 6 butir telur
5. 1 ½ ons bawang putih
6. 0,33 kg mentega
7. 2 sendok makan garam
8. 0,05 keju tua
9. 1 sendok teh halus
10. 2 sendok teh gula pasir
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Proses Produksi
4.1.1 Penyiapan Bahan
· Bahan Utama
(3 Kg Waluh)
· Produksi
Emping Waluh
· Bahan Tambahan
- Tepung Tapioka
- Keju Tua
- Bawang Putih
Untuk membuat Emping waluh, hal pertama yang di lakukan adalah memarut keju tua dan bawang putih terlebih dahulu, setelah itu ditumbuk hingga halus.
4.1.2 Pencampuran Adonan
Siapkan mentega yang telah dicairkan, setelah cair didiamkan agar menjadi dingin.tambahkan bawang halus dan telur yang telah di kocok ke dalam mentega cair. Untuk mendapatkan sari waluh, waluh yang telah di kukus lalu di peras.tambahkan sedikit air. Kemudian campur terigu, kanji dan sari waluh sampai merata.
4.1.3 Pencetakan
Adonan yang telah dibuat tadi digiling dengan ketebalan 3 mm, jangan terlalu tebal dan terlalu tipis. Kemudian cetak adonan dengan beraneka ragam cetakan,cetakan dapat menggunakan dengan sesuka hati.
4.1.4 Penggorengan
Panaskan minyak terlebih dahulu sebelum menggoreng, siapkan adonan yang telah dicetak untuk digoreng. Setelah minyak panas, masukkan adonan yang telah dicetak sampai tenggelam. Sesudah matang tiriskan dan dinginkan.
4.1.5 Pengemasan
Setelah emping waluh dingin, masukkan kedalam plastik yang sudah berlabel dengan berat 2 ons. Kemudian di press.setelah di press, siap untuk di sajikan dan dijual.
4.2 Pemasaran
4.2.1 Wilayah
Produk emping waluh di pasarkan diwalayah Getasan dan sekitarnya, diwilayah Desa Wates Kecamatan Getasan. Lebih tepatnya pada Home Industri kelompok wanita tani Mardi Rahayu rumah usaha “RIZKY” milik ibu Nurdjanah. Selain itu dipasarkan ditempat Pariwisata Puncak Kopeng dan sekitarnya.
4.2.2 Cara Pemasaran
Pemasaran melalui distributor dan konsumen datang langsung ke tempat produksi, pemilik produksi memiliki gerai atau toko sendiri untuk memasarkan emping waluh dan aneka olahan lainnya. Banyak konsumen yang memesan sendiri emping waluh tersebut.Cara membayar, konsumen membayar sendiri ke tempat produksi langsung.
4.2.3 Konsumen
Cara memasarkan produk, mengambil kalangan menengah atas dengan cara penjualan di kios dan Pariwisata Puncak Kopeng. Produsen mempunyai penlanggan tetap dengan diadakan catatan sebagai bukti usaha walau produsen sudah hafal siapa saja yang biasa memesan produk emping waluhnya.
4.3.Analisis Usaha
4.3.1 Biaya Tetap
Biaya tetap adalah biaya yang tidak mengalami perubahan selama proses produksi emping waluh. Biaya tetap produksi emping waluh di desa Wates Kecamatan Getasan terdiri dari tenaga kerja.
Tabel 1 : Biaya Tetap produksi emping waluh di Desa Wates Kecamatan Getasan
Kabupaten Semarang Propinsi Jawa Tengah
No.
|
Uraian
|
Volume
|
Upah (Rp)
|
Jumlah (Rp)
|
1.
|
Tenaga kerja
|
2 orang
|
30.000,-
|
60.000,-
|
2.
|
Penyusutan alat
|
2.000,-
| ||
3.
|
-
| |||
Total biaya tetap
|
62.000,-
|
Berdasarkan tabel 1 menunjukkan biaya tetap produksi emping waluh sebesar Rp.62.000,- yang terdiri dari tenaga kerja dan penyusutan.
4.3.2 Biaya Variabel
Biaya variabel merupakan biaya yang mengalami perubahan selama proses produksi emping waluh, biaya variabel dalam proses produksi emping waluh di Desa Wates Kecamatan Getasan terdiri dari tepung dll.Besar biaya variabel produksi emping waluh, dapat di lihat pada tabel 2.
Tabel 2 : Biaya variabel produksi emping waluh di Desa Wates Kecamatan Getasan
No.
|
Uraian
|
Volume
|
Upah (Rp)
|
Jumlah (Rp)
|
1.
|
Tepung segitiga biru
|
3 kg
|
8.000
|
24.000,-
|
2.
|
Tepung kanji rose brand
|
1 ½ kg
|
8.000
|
12.000
|
3.
|
Telur
|
6 butir
|
1.000
|
6.000
|
4.
|
Bawang putih
|
1 ½ ons
|
3.000
|
4.500
|
5.
|
Mentega
|
1/3 kg
|
20.000
|
6.500
|
6.
|
Waluh kupas
|
1 kg
|
2.000
|
2.000
|
7.
|
Keju tua
|
1/10 ons
|
15.000
|
1.500
|
8.
|
Garam halus
|
2 sdm
|
250
|
500
|
9.
|
Gula pasir
|
2 sdm
|
250
|
500
|
10.
|
Baking powder
|
2 sdt
|
250
|
500
|
11.
|
Minyak goreng
|
2 liter
|
11.500
|
23.000
|
12.
|
Bahan bakar
|
15.000
| ||
13.
|
Kemasan/plastik
|
40.000
| ||
Total Biaya Variabel
|
136.000
| |||
Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa biaya variabel produksi emping waluh sebesar Rp.136.000 yang terdiri dari Tepung dll.
4.3.3 Biaya lain-lain
Biaya lain-lain atau biaya tak terdukang terdiri dari transportasi,pajak,iuran,dan sebagainya.
4.3.4 Total biaya produksi
Total biaya produksi adalah penjumlahan dari biaya tetap,biaya variabel
dan biaya lain-lain.total biaya produksi emping waluh sebesar Rp.198.000 di
peroleh dari:
Total biaya produksi = biaya tetap + biaya variabel + biaya lain-lain.
= Rp.62.000,- + Rp.136.000,-
= Rp.198.000,-
4.3.5 Penerimaan
Penerimaan tunai usaha tani (farm receipt) adalah sebagai nilai uang yang di terima dari penjualan produk usaha tani (soekartawi,2006). Penerimaan usaha tani adalah perkalian antara produksi yang diperoleh dengan harga jual. Pernyataan ini dapat ditulis sebagai berikut:
TR = Y.Py
|
TR = Y.Py TR = 30 Bungkus x Rp.15.000,-
= Rp.450.000,-
Keterangan
TR : Total penerimaan
Y : produksi yang diperoleh
Py : harga y
4.2.6 Pendapatan
Menurut Soekartawi,2006,pendapatan tunai usaha tani (farm net cash flow) adalah selisih antara penerimaan tunai usaha tani dan pengeluaran tunai usaha tani.pendapatan usaha tani adalah selisih antara penerimaan dan semua biaya. Rumus pendapatan usaha tani:
Pd = TR - TC
|
Pd = Rp.450.000 – Rp.198.000
= Rp.252.000,-
Keterangan :
Pd : Pendapatan usaha tani
TR : Total penerimaan
TC : Total biaya
Hasil analisis penerimaan,biaya produksi dan pendapatan praktek agribisnis emping waluh didesa wates di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang dapat dilihat pada tabel 3 :
Tabel 3: Penerimaan,total biaya produksi dan pendapatan agribisnis produksi emping di Desa Wates Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang.
No.
|
Uraian
|
Jumlah (Rp)
| |
1.
|
Penerimaan
|
Rp.450.000,-
| |
- Produksi
|
30 Bugkus
| ||
- Harga
|
Rp.15.000
| ||
2.
|
Total Biaya Produksi
|
Rp.198.000,-
| |
- Biaya Tetap
|
Rp.62.000
| ||
- Biaya Variabel
|
Rp.136.000
| ||
- Biaya Lain-lain
|
Rp.-
| ||
3.
|
Pendapatan
|
Rp.252.000,-
|
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan dari isi laporan sebelumnya, penulis telah mengambil kesimpulan sebagai berikut :
· Rumah industri ibu Nurdjanah “Usaha Aneka Olahan Waluh” ini dapat menjadi usaha agribisnis yang sangat menguntungkan.
· “Usaha Aneka Olahan Waluh” ibu Nurdjanah ini juga dapat meningkatkan penghasilan rumah tangga.
· Selain juga dapat meningkatkan penghasilan para petani waluh.
· Sehingga “Usaha Aneka Olahan Waluh” ibu Nurdjanah ini dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
5.2 Saran
Penulis telah merangkum berbagai saran yang telah penulis dapatkan selama Praktek Agribisnis antara lain :
· Untuk dapat meningkatkan ragam rasa dari emping waluh tersebut dapat ditambahkan rasa manis,asin,pedas,maupun rasa buah buahan.
· Pada saat pengemasan,pastikan benar benar tidak ada minyak yang masih tersisa.
· Pada saat digiling jangan terlalu tebal dan terlalu tipis, karena dapat memengaruhi kerenyahan pada tekstur emping waluh tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Agus Supriyanto.2003.Cara Pengolahan Waluh.Jakarta:Erlangga.
Firman,Harry,Liliasari.1996.Pengetahuan Tentang Waluh atau Labu.Bandung:Erlangga.
J.M.C.Johari M.Rachmawati.2004.Tanaman Waluh.Jakarta:Erlangga.
Michael Purba.2001.Cucurbitae Moschata.Jakarta:Erlangga.
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1 : Jadwal Kegiatan
No.
|
Hari , Tanggal
|
Kegiatan
|
1.
|
Sabtu, 9 Maret 2013
|
1. Pengenalan kepada atau tentang ibu Nurdjanah
2. Tukar pengalaman dengan ibu Nurdjanah
3. Proses pembuatan emping waluh, dari pembuatan sari waluh sampai pengemasan dan pemasaran.
|
2.
|
Senin, 11 Maret 2013
|
1. Pengemasan sisa emping waluh untuk oleh-oleh di bawa pulang
2. Tanya jawab ( wawancara )
3. Foto bersama.
|
ConversionConversion EmoticonEmoticon